Valentine's Day Pumping Heart
Blue Spinning Frozen Snowflake

Senin, 29 Juli 2013

3 Kereta Api Tercepat Di Dunia

Kereta api adalah sebuah alat transportasi bebas hambatan yang menjadi pilihan utama saat penumpang ingin tiba di tempat tujuan tepat waktu. Untuk itu, beberapa kereta di dunia memang dibuat dengan kecepatan yang maksimal, apalagi sejak kereta penumpang ini sudah mulai digerakkan dengan listrik. Tidak hanya itu, kereta api ini juga dibuat untuk menjamin kenyamanan dan keamanan para penumpangnya. Berikut adalah 3 kereta api tercepat di dunia.
1. Shinkansen, Jepang
300 km/jam (186 mph), top speed 581 km/jam (361 mph)
kereta-shinkan
Kereta Shinkansen
Shinkansen  (juga sering dipanggil kereta peluru) adalah jalur kereta api cepat Jepang. Shinkansen merupakan sarana utama untuk angkutan antar kota di Jepang, selain pesawat terbang. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km/jam. Nama Shinkansen sering digunakan oleh orang-orang di luar Jepang untuk merujuk kepada kereta apinya, namun kata ini dalam bahasa Jepang sebenarnya merujuk kepada nama jalur kereta api tersebut yaitu : Jalur (sen) Cepat (kan) Baru (shin).
Shinkansen merupakan jaringan kereta listrik cepat di Jepang yang dioperasikan oleh empat group perusahaan Perkereta-apian Jepang. Sejak pertama kali dioperasikan pada tahun 1964 dengan kecepatan 210 km/jam dengan jaringan lintasan rel sepanjang 2,459 km, yang menghubungkan kota-kota di pulau Honshu danKyushu, telah menjadi sarana anggkutan cepat, handal, nyaman dan aman di Jepang. Dalam perkembangannya, Shinkansen saat ini dapat melaju dengan kecepatan 300 km/jam dan dalam beberapa uji coba shinkansen mampu melaju 443 km/jam pada rel konvensional. Pada tahun 2003 Shinkansen mencatat rekor dunia kereta tecepat dengan kecepatan 581 km/jam pada lintasan rel maglev (Magnetic levitation) yaitu lintasan rel magnet.
2. TGV, Perancis
320 km/jam (199 mph) top speed 574.8 km/jam (357.2 mph).
kereta-tgv-france
Kereta TGV
TGV adalah kereta cepat Perancis (bahasa Perancis: train à grande vitesse, yang berarti kereta kecepatan tinggi). TGV juga merupakan produk andalan dari Perancis, hampir sama dengan ikon menara Eiffel dan Baguettes. Layanan kereta berkecapatan tinggi ini mulanya dikembangkan pada tahun 1970-an dan dibuka untuk umum pada 1981. Kereta TGV ini dikembangkan oleh Alstom dan SNCF, dan dioperasikan oleh SNCF, Perusahaan rel Nasional Perancis. Kereta ini menghubungkan kota-kota di Perancis terutama Paris, dan juga negara-negara tetangga, seperti Belgia, Jerman, dan Swiss. TGV atau kereta yang berdasarkan TGV juga beroperasi di Belanda, Korea Selatan, Spanyol, dan Britania Raya dan Amerika Serikat.
TGV Réseau dan TGV Duplex adalah tipe yang paling cepat diantara produk TGC lainnya. Kedua kereta ini dapat melaju dengan kecepatan 320 km/jam (199 mph). Pada tahun 2007, SNCF selaku Operator TGV dan Alstom yang merupakan pembangun TGV, telah melakukan serangkaian percobaan. Rekor kecepatan resmi berlangsung pada 3 April 2007, ketika TGV mencapai kecepatan puncak 574,8 km / jam (159,6 m/s, 357,2 mph). Ini adalah kereta konvensional tercepat yang menggunakan roda logam diatas rel logam. Pada umumnya, kereta komersil produksi TGV dapat melaju dengan kecepatan rata-rata 320 km/jam (199 mph), dan kecepatan maksimal yang menembus 574.8 km/jam (357.2 mph).
3. Shanghai Maglev Train, China
250 km/jam (160 mph), top speed 431 km/jam (268 mph)
kereta-shanghai-maglev
Kereta Shanghai Maglev
MagLev adalah singkatan dari MAGnetically  LEVitated trains yang terjemahan bebasnya adalah kereta api yang mengambang secara magnetis. Sering juga disebut kereta api magnet. Seperti namanya, prinsip dari kereta api ini adalah memanfaatkan gaya angkat magnetik pada relnya sehingga terangkat sedikit ke atas, kemudian gaya dorong dihasilkan oleh motor induksi. Kereta monorel berkecepatan tinggi ini sering disebut Transrapid, dan merupakan kereta buatan Jerman.  Kereta ini telah di operasikan di Shanghai, Cina sejak Desember 2002 secara komersial dengan nama Shanghai Maglev Train (SMT). Kereta ini meluncur dengan jarak 30 km dalam waktu 7 menit 20 detik,  tanpa berhenti di satu stasiun pun karena langsung menuju Pudong International Airport dengan kecepatan rata-rata 250 km / jam (160 mph) dan kecepatan puncaknya 431 km / jam (268 mph).
Hal yang menarik dari naik kereta Maglev ini adalah ada sensasi berbeda dibandingkan naik kereta puluru atau kereta cepat di China lainnya. Saat meluncur sesekali kereta ini seolah-olah tak stabil karena ada efek goyangan tubuh kereta yang cukup kuat. Hal ini bisa jadi karena efek mengambang dari teknologi magnet. Kereta Maglev Shanghai dalam satu rangkaian terdiri dari 5 gerbong. Penumpang cukup membayar 50 yuan atau sekitar Rp 80.000 per orang untuk kereta yang dioperasikan oleh Shanghai Maglev Transportation Development Co.Ltd. (SMTDC). Kereta monorel Transrapid ini belum diimplementasikan untuk jarak jauh antar kota.
Reference:
http://id.wikipedia.org
http://www.jagatreview.com
http://www.drzpost.com
http://www.travelchinaguide.com

0 komentar:

Posting Komentar